Pisah

menghitung bulan, jam, detik.

riang tawa masih kental di udara.

meski bayang pisah mulai menguak.

kursi, meja, ubin.

saksi bisu riang, sedih, lelah.

sulit mengelak untuk bersiap.

sebab sudah tak ingin bersama yang lain.

namun begitu menggebu.

bagaimana menuju dunia yang lebih tinggi.

keringat, air mata, air kopi.

memori mulai menyimpan banyak hal.

yang lima atau bahkan satu tahun lagi akan sangat dirindu.

aku, kau, dia.

frasa yang tidak ditemukan benang merahnya.

cinta, persahabatan, putus, permusuhan.

terlalu banyak yang dirasakan.

meski rasa-rasanya kurang rasional.

(2019)

Diterbitkan oleh maladafii

Rasanya rancu bukan, melihat tulisan tulisan yang bertolak belakang dengan kepibradian?

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai