Segelas Teh dan Sejumput Lara

   “Teh hangat?”    Segelas teh yang tampaknya masih cukup panas –terlihat dari asap yang mengepul di atasnya diulurkan padaku. Aku menoleh, melihat siapa sosok yang memberikannya dan setelah melihatnya aku tersenyum kecil lalu mengambil gelas tersebut. Menggenggam gelas berwarna putih gading itu dengan kedua tanganku, menyalurkan panas dari gelas tersebut ke tanganku. “Terima kasih,”Lanjutkan membaca “Segelas Teh dan Sejumput Lara”

Starlight

“Salah tidak jika aku berharap suatu saat nanti, antara kau dan aku mengelilingi Jakarta, saling bergenggam tangan. Seolah hanya kau yang ada di mataku, lalu sebaliknya.” suaraku membelah keheningan yang sudah menyelimuti selama lebih dari lima menit.    Dia yang berdiri di sebelahku hanya terdiam, namun senyum tipisnya mengembang samar. Rambut hitamnya yang halus bergerakLanjutkan membaca “Starlight”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai